Sabtu, 13 April 2013

Bertemu Kadal Raksasa



Liburan akhir semester 1, tepatnya tanggal 28 Desember 2012 kami pergi ke Taman Nasional Komodo. Dari kota Ruteng, kami menempuh perjalanan menggunakan sepeda motor selama kurang lebih 6 jam menuju ke Labuan Bajo.
Sesampainya di Labuan Bajo, kami langsung menemui Pak Dahrin, pemilik kapal motor yang akan kami sewa. Beberapa hari sebelumnya kami sudah membuat kesepakatan dengan beliau. Kami bersepakat akan menyewa 1 kapal motor dengan ukuran kurang lebih 14 m dengan harga sewa Rp1.500.000,00 perhari. Harga sewa tersebut termasuk dengan makan siang di kapal, keliling area Taman Nasional Komodo seharian, dan peralatan snorkeling. Ini nomor Jika ingin menghubungi Pak Dahrin, bisa  call ke nomor ini 081237974000.
Setelah itu kami check in di Hotel Pelangi. Kami ambil kamar yang paling sederhana dengan harga Rp30.000,00 per malam per orang, tidak termasuk makan. Sebuah kamar dengan ukuran 2x3m dengan 2 bed itu lumayan untuk rebahan dan menaruh barang-barang.
Malam harinya kami berkeliling Labuan Bajo, menikmati keramaian di sana. Kami makan malam di pinggir dermaga. Sepanjang tepi dermaga terdapat banyak pedagang kaki lima. Selain menikmati makanan, kita juga dapat menikmati lampu-lampu kapal yang bersandar di dermaga. Harga rata-rata untuk satu porsi makan yaitu Rp10.000,00. Selain di pinggir dermaga, di sekitar Labuan Bajo juga terdapat banyak warung makan, toko souvenir, maupun mini market. Di minimarket, kami berbelanja stok cemilan untuk perjalanan besok.

 Kami pergi meninggalkan hotel pagi-pagi sekali, sekitar pukul 5. Padahal kami janjian dengan awak kapal untuk bertemu jam 4 agar bisa berkeliling Taman Nasional Komodo dengan puas. Namun gara-gara ada satu teman kami yang lemot, akhirnya keberangkatan kami mundur 1 jam.


Kapal yang kami gunakan cukup nyaman. Kapal ini dapat menampung 6-12 penumpang. Karena kami hanya berenam, maka sepanjang perjalanan kami dapat leluasa mengambil posisi tidur di kapal. Dalam kapal ini terdapat kamar mandi yang menyediakan air tawar, juga kamar kecil untuk sekadar ganti baju. Kapal ini juga menyediakan air mineral untuk minum, juga air panas untuk menyeduh teh atau kopi.
Perjalanan menuju pulau Komodo ditempuh dalam waktu 4 jam. Gerak kapal yang mendayu-dayu, juga angin yang semilir membuat mata seakan ingin terpejam. Tapi hiasan pulau-pulau kecil yang kami lalui mengalihkan perhatian mata ini. Kami tak henti-hentinya mengabadikan pemandangan itu.



Sampai di pulau Komodo, pertama-tama kami harus melapor ke sekretariat guna membayar sejumlah uang kontribusi.
 
Rincian uang yang harus dibayar yaitu:
-       Karcis masuk kendaraan air perahu layar dan kapal motor Rp50.000,00/ kendaraan
-       Karcis tanda masuk lokasi Taman Nasional Rp20.000,00/ orang
-       Karcis masuk pulau Komodo Rp2.500,00/ orang
-       Karcis pengambilan gambar Rp5.000,00/ kamera
-       Karcis jasa pemandu Rp50.000,00/ ranger
Karena 1 orang ranger maksimal mengawal 5 orang, maka kami yang berjumlah 6 orang ini dipandu oleh 2 ranger. Sebelum memulai trekking, terlebih dahulu si ranger menjelaskan rute yang akan kami lalui. Ada 4 buah rute yang tersedia, yaitu short track (waktu tempuh 1-2  jam), medium track (waktu tempuh 3-4 jam), long track (waktu tempuh 5-6 jam), dan adventure track (lupa nih berapa jam, pastinya lama banget). Kami pun memutuskan untuk mengambil short track karena waktu kami memang terbatas.
Paket trekking apapun yang dipilih tidak mempengaruhi jumlah uang yang kita bayarkan. Paket trekking hanya ditentukan dari keinginan dan alokasi waktu yang kita milikii.
Sepanjang perjalanan, ranger membawa tongkat kayu bercabang dua guna menghalau komodo apabila terjadi penyerangan. Komodo sangat ganas bila sedang lapar. Komodo juga sangat peka terhadap daging dan darah. Penciumannya bias sampai belasan meter. Demi keamanan, wanita yang sedang haid dianjurkan untuk tidak mengikuti track.mi pun mulai trekking. Beruntungnya, baru berjalan beberapa langkah kami menemukan seekor komodo sedang berjaga di bawah pohon. Kata si ranger, komodo tersebut termasuk komodo yang baik hati, tidak terlalu ganas. Kami pun tidak segan-segan untuk berfoto ria. Meskipun begiru, kami harus tetap siap siaga terhadap ancaman sergapan yang mungkin datang.


Di tengah trekking, kami sampai di Fregata Hill. Di puncak bukit ini, kita bisa melihat bukit-bukit di sekitar pulau Komodo dan perairannya.
Short track yang harusnya ditempuh dalam waktu 1 jam, kami selesaikan dalam waktu hampir 2 jam. Hal ini karena kenarsisan kami yang tak tahan melihat pesona-pesona yang ada di pulau ini. Poto-poto teruuuus…
Sebelum mengakhiri trekking ini, di pintu keluar kita dapat menemukan banyak pedagang yang menjual souvenir seperti kaos, patung komodo, perhiasan dari mutiara, dll. Harga di sini bisa ditawar, tapi menurut saya relatif mahal, mungkin karena standarnya harga bule ya. Hhe….
Meninggalkan pulau Komodo, tujuan selanjutnya ialah pulau Rinca. Ketika kembali ke kapal, sudah tersaji makanan. Hmm… Enak… Lumayan untuk mengisi perut setelah bertrekking ria. Ikan tuna saus tiram ini enak juga.
Perjalanan dari pulau Komodo menuju pulau Rinca membutuh waktu sekitar 2 jam. Waktu yang lumayan lama dan cukup mengantukkan. Mungkin karena efek kenyang setelah makan dan capek setelah trekking, sepanjang perjalanan kami hanya tidur-tidur di kapal saja.
Setibanya di pulau Rinca, kita akan disambut pintu gerbang dan melalui padang tandus terlebih dahulu sekitar beberapa puluh meter sebelum sampai ke kantor. Di sini, kami juga harus lapor kembali. Tidak perlu membayar sejumlah uang yang dibayarkan di pulau Komodo, disini kami hanya perlu membayar ranger saja.
Jumlah komodo di pulau Rinca lebih banyak ketimbang di pulau Komodo, jadi kita lebih memungkinkan bertemu dengan para komodo di pulau ini. Track yang tersediapun sama dengan yang ada di pulau komodo, dan lagi-lagi kami memilih short track karena keterbatasan waktu kami.

Trekking di pulau ini cukup singkat dan padat. Kami mengurangi tingkat kenarsisan kami untuk menghemat waktu. Sedikit foto-foto, banyak jalan, serta lebih banyak menikmati panorama. Dan memang benar, disini kami sangat beruntung. Berkali-kali kami melihat spesies kadal raksasa itu. Kami lebih sering melihat komodo di sini dari pada di pulau yang bernama komodo itu sendiri.
Setelah keluar dari pulau Rinca, kami menuju ke suatu tempat. Entah pulau apa, aku lupa namanya, sebab si nahkoda menyebutkan dengan kurang jelas, juga namanya agak susah diingat. Kami menikmati indahnya panorama bawah laut di sini. Sungguh, ini pengalaman pertamaku melakukan snorkeling. Saya bisa mengangkap keindahan alam bawah laut yang sempurna. Saya melihat berbagai macam spesies dan beberapa ikan yang meliuk-liuk ke sana ke mari. Sayangnya saat itu tidak ada dokumentasi underwater. Huft.
 Kami meninggalkan titik snorkeling ini sekitar pukul 16.30. Kami pun mengakhiri perjalanan hari ini dengan tawa gembira. Tak disangka, satwa yang selama ini hanya kami sebut-sebut saja dalam pelajaran, akhirnya kini bisa kami saksikan langsung dengan mata ini. Kami tiba kembali di Labuan Bajo sebelum adzan isya berkumandang.





SM-3T, Maju Bersama!
Minggu, 30 Desember 2012