Sabtu, 21 April 2012

Kesalahan Berbahasa dalam Pengajaran


1.      Jelaskan makna kesalahan berbahasa bila dipandang dari sudut guru dan siswa!
Makna kesalahan berbahasa jika dipandang dari segi guru adalah kurangnya kompetensi atau kemampuan guru dalam berbahasa Indonesia. Guru cenderung menggunakan kesalahan tersebut secara berulang-ulang sehingga adakalanya siswa mengikuti kesalahan yang dilakukan oleh guru. Bagi seorang guru kesalahan berbahasa itu adalah suatu aib atau cacat cela bagi pengajaran bahasa,
Makna kesalahan berbahasa jika dipandang dari segi siswa adalah kurangnya pengajaran terhadap siswa mengenai berbagai kesalahan berbahasa yang selama ini terjadi dalam diri siswa dan dilakukan berulang-ulang. Tidak adanya upaya untuk pembenaran kesalahan tersebut, sehingga siswa selalu mengulangi kesalahan yang sama karena siswa tidak tahu kebenarannya. Bagi seorang siswa, menandakan bahwa pengajaran bahasa tidak berhasil atau gagal.           

2.      Jelaskan secara singkat makna kesalahan berbahasa yang bisa dijumpai dalam literatur anakes!
Makna kesalahan berbahasa yang terdapat dalam literature analisis kesalahan berbahasa adalah setiap kesalahan berbahasa terdapat dalam berbagai tataran linguistic. Sebagai contoh adalah kesalaahan berbahasa yang terdapat dalam tataran morfologi adalah adanya kesalahan pada kata keenam. Dalam kehidupan, biasanya morfem keenam tersebut selalu dipisah (ke-enam).
Makna kesalahan berbahasa yang dijumpai dalam literatur analisis kesalahan berbahasa ialah kesalahan berbahasa itu hanya dikaitkan dengan kaidah bahasa atau tata bahasa saja. 


3.      Jelaskan makna semboyan “pakailah bahasa Indonesia yang baik dan benar”!
Makna semboyan “Pakailah Bahasa Indonesia yang baik dan benar”, jika dijabarkan memiliki pengertian bahwa bahasa Indonesia yang baik adalah bahasa Indonesia yang penggunaannya sesuai dengan konteks dimana kita berbicara, sedangkan makna bahasa Indonesia yang benar adalah bahasa Indonesia yang penggunaannya sesuai dengan kaidah Ejaan Bahasa Indonesia yang disempurnakan (EYD).
Makna semboyan “Pakailah bahasa Indonesia yang baik dan benar” adalah bahwa pemakaian bahasa Indonesia itu harus mengikuti faktor-faktor penentu dalam berkomunikasi dan istilah tata bahasa.
Faktor-faktor penentu tersebut adalah:
a.       Penutur dengan lawan tutur
b.      Tujuannya apa
c.       Situasi (tempat dan waktu)
d.      Suasana (dalam konteks apa)
e.       Dengan jalur mana (lisan atau tulisan)
f.       Media yang digunakan (telepon atau tatap muka)
g.      Dalam peristiwa apa (resmi atau tdak resmi)       

4.      Jelaskan persamaan dan perbedaan kesalahan dan kekeliruan berbahasa!
Persamaan kesalahan dan kekeliruan berbahasa terletak pada produk yang dihasilkan yakni sama-sama penyimpangan kaidah bahasa.
Perbedaan kesalahan dan kekeliruan berbahasa terletak pada sumber yang melakukan kesalahan dan kekeliruan tersebut. Sumber yang melakukan kesalahan berbahasa disebabkan oleh kurang adanya kompetensi atau pemahaman terhadap bahasa dan durasinya tersebut permanen, bersifat sistematis (berlaku umum, berulang-ulang, tidak konsisten), system linguistic dalam kesalahan berbahasa belum dikuasai, dan cara perbaikan dalam kesalahan berbahasa adalah dengan dibantu oleh guru dalam proses pembelajaran, latihan, contoh, dan remedial. Kekeliruan berbahasa disebabkan oleh performansi (penampilan, lupa, grogi, dll) dan durasi berlaku sementara, bersifat tidak sistematis dan secara individual, system linguistic dalam kekeliruan berbahasa sudah dikuasai, dan cara perbaikannya oleh siswa itu sendiri dengan berkonsentrasi dan lebih berhati-hati dalam penggunaan bahasa.
Beda antara kesalahan berbahasa dengan kekeliruan berbahasa adalah kesalahan berbahasa disebabkan oleh faktor pemahaman, kemampuan kompetensi seseorang. Kekeliruan berbahasa terjadi karena lupa atau keliru dalam menerapkan kaidah bahasa, sifatnya tidakpermanen. Persamaannya adalah penyimpangan kaidah bahasa.

5.      Apa sumber dan penyebab kesalahan berbahasa dalam pengajaran bahasa kedua dan pengajaran bahasa pertama?
Sumber dan penyebab kesalahan berbahasa dalam pengajaran bahasa kedua maupun bahasa pertama terletak pada perbedaan sistem linguistik bahasa pertama dengan sistem linguistik bahasa kedua.