Sabtu, 21 April 2012

Ilmu Budaya


1.      Jelaskan dan berikan contoh tentang difusi, evolusi, multikulturalisme, dan interkulturalisme menurut para ahli dan simpulkan.
a.       Difusi
·         Menurut Haviland (1993: 257), Difusi adalah penyebaran adat atau kebiasaan dari kebudayaan yang satu ke kebudayaan yang lain.
·         Difusi adalah salah satu bentuk penyebaran unsur-unsur kebudayaan dari satu tempat ke tempat lainnya. Penyebaran ini biasanya dibawa oleh sekelompok manusia yang melakukan migrasi ke suatu tempat. Sehingga kebudayaan mereka turut melebur di daerah yang mereka tuju. http://antropologi-sosial.blogspot.com./2009/04/difusi.html..
Simpulan
Difusi adalah proses menyebarnya unsusr-unsur kebudayaan dari suatu kelompok yang mendiami tempat tertentu ke kelompok lain yang menyebabkan meleburnya unsur kebudayaan yang terbawa di kelompok lain yang didatangi.
Contoh
Indonesia mengalami zaman batu muda dan batu tua itu dikarenakan budaya yang masuk dari kebudayaan lain di luar indonesia yang dibawa oleh ras proto melayu dan deutro melayu.
b.      Evolusi
·         Koentjoroningrat (1990; 89) evolusi kebudayaan, yaitu perubahan kebudayaan, dari bentuk-bentuk yang sederhana ke bentuk-bentuk yang makin lama makin kompleks.
·         evolusi dapat diartikan sebagai perubahan sesuatu secara bertahap dan dalam jangka waktu yang panjang. Dalam ensiklopedia bebas dijelaskan bahwa secara sederhana evolusi didefinisikan sebagai perubahan pada sifat-sifat atau frekuensi gen pada suatu populasi organisme dan satu generasi ke generasi selanjutnya. Id.wekipedia.org/wiki/evolusi_sebagai_teori_dan_fakta#devinisi_evolusi
Simpulan
Evolusi adalah perubahan kebudayaan secara terus-menerus dalam jangka waktu tertentu yang terus berubah dari bentuk yang sederhana menjadi bentuk yang semakin lama semakin komplek.
Contoh
Alat komunikasi yang terus berubah semakin lama semakin canggih dan modern perubahan alat komunikasi terus berkembang dari surat, telepon kabel, mobilephone, bahkan sampai komunikasi berbasis internet.
c.       Multikulturalisme
·         Menurut Lawrence Blum ( dikutip Lubis, 2006:174)
Multikultural  mencakup suatu penghargaan serta penilaian atas budaya seseorang, serta suatu penghormatan dan keingintahuan tentang budaya etnis orang lain.
·         Menurut A. Rifai Harahap, 2007, mengutip M. Atho’ Muzhar
Multikultural Kebudayaan mencakup gagasan, cara pandang, kebijakan, penyikapan dan tindakan, oleh masyarakat suatu negara, yang majemuk dari segi etnis, budaya, agama dan sebagainya, namun mempunyai cita-cita untuk mengembangkan semangat kebangsaan yang sama dan mempunyai kebanggan untuk mempertahankan kemajemukan tersebut.
Simpulan
Multikulturalisme adalah suatu kebudayaan yang di dalamnya terdapat berbagai budaya yang berbeda-beda.
Contoh
Kebudayaan Indonesia merupakan gabungan dari beberapa kebudayaan suku-suku bangsanya.

d.      Interkulturalisme

Interkultural kebudayaan adalah hubungan antar kebudayaan yang tejalin antar orang-orang yang memiliki budaya yang berbeda.
Contoh
Saat dua orang yang berbeda kebudayaan menikah maka mereka akan saling memahami perbedaan kebudayaan tersebut dan saling mempengaruhi dengan budayanya.
2.      Jelaskan mitos serta keterkaitan mitos dengan bahasa menurut para ahli dan contoh.
a.       Mitos
·         Mitos atau mite (myth) adalah cerita prosa rakyat yang tokohnya para dewa atau mahluk setengah dewayang terjadi di dunia lain pada masa lampau yang diamggap benar-benar terjadi oleh yang empunya cerita atau penganutnya. Id.wikipedia.org/wiki/mitos.
b.      Keterkaitan mitos dengan bahasa
Hubungan antara mitos dan bahasa menepati posisi sentral dalam pandangan Levi-Strauss tentang pikiran primitif yang menampakan dirinya dalam struktur – struktur mitosnya, sebanyak unsur bahasanya.
Berdasarkan anggapan ini, Lévi-Strauss memformulasikan dua proposisi dasar dalam hubungannya dengan mitos:
1.    Makna dari mitologi tidak dapat muncul dalam elemen-elemennya yang terisolir, tetapi haruslah melekat dalam suatu cara elemen-elemen itu dikombinasikan, dan punya peran potensial bagi sebuah transformasi yang melibatkan kombinasi seperti ini.
2.    Bahasa di dalam mitos memperlihatkan ciri khasnya yang spesifik: ia menguasai tataran linguistik biasa.
Simpulan
Mitos atau yang sering kita kenal dengan takhayul merupakan bagian prosa yang didalamnya berupa bahasa yang dapat di gali menggunakan struktur ketatabahasaan maka mitos dan bahasa saling terkaitan karena mitos disampaikan menggunakan bahasa dan dapat dikaji menggunakan ketatabahasaan.

3. Sebut dan uraikan tentang jenis jenis kebudayaan beserta contohnya.
a. Kebudayaan dapat dibagi menjadi 3 macam dilihat dari keadaan jenis-jenisnya:
  • Hidup-kebatinan manusia, yaitu sesuatu yang menimbulkan tertib damainya hidup masyarakat dengan adat-istiadatnya,pemerintahan negeri, agama atau ilmu kebatinan
  • Angan-angan manusia, yaitu sesuatu yang dapat menimbulkan keluhuran bahasa, kesusasteraan dan kesusilaan.
  • Kepandaian manusia, yaitu sesuatu yang menimbulkan macam-macam kepandaian tentang perusahaan tanah, perniagaan, kerajinan, pelayaran, hubungan lalu-lintas, kesenian yang berjenis-jenis; semuanya bersifat indah (Dewantara; 1994).
b.    Kebudayaan berdasarkan wujudnya
Menurut J.J. Hoenigman, wujud kebudayaan dibedakan menjadi tiga,yaitu:
1.         Gagasan (Wujud ideal)
Wujud ideal kebudayaan adalah kebudayaan yang berbentuk kumpulan ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan, dan sebagainya yang sifatnya abstrak; tidak dapat diraba atau disentuh. Wujud kebudayaan ini terletak dalam kepala-kepala atau di alam pemikiran warga masyarakat. Jika masyarakat tersebut menyatakan gagasan mereka itu dalam bentuk tulisan, maka lokasi dari kebudayaan ideal itu berada dalam karangan dan buku-buku hasil karya para penulis warga masyarakat tersebut.
2.         Aktivitas (tindakan)
Aktivitas adalah wujud kebudayaan sebagai suatu tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat itu. Wujud ini sering pula disebut dengan sistem sosial. Sistem sosial ini terdiri dari aktivitas-aktivitas manusia yang saling berinteraksi, mengadakan kontak, serta bergaul dengan manusia lainnya menurut pola-pola tertentu yang berdasarkan adat tata kelakuan. Sifatnya konkret, terjadi dalam kehidupan sehari-hari, dan dapat diamati dan didokumentasikan.
3.        Artefak (karya)
Artefak adalah wujud kebudayaan fisik yang berupa hasil dari aktivitas, perbuatan, dan karya semua manusia dalam masyarakat berupa benda-benda atau hal-hal yang dapat diraba, dilihat, dan didokumentasikan. Sifatnya paling konkret diantara ketiga wujud kebudayaan.
Dalam kenyataan kehidupan bermasyarakat, antara wujud kebudayaan yang satu tidak bisa dipisahkan dari wujud kebudayaan yang lain. Sebagai contoh: wujud kebudayaan ideal mengatur dan memberi arah kepada tindakan (aktivitas) dan karya (artefak) manusia.
c.       Berdasarkan wujudnya tersebut, kebudayaan dapat digolongkan atas dua komponen utama:
a.      Kebudayaan material
Kebudayaan material adalah kebudayaan yang mengacu pada semua ciptaan masyarakat yang nyata, konkret. Contoh kebudayaan material ini adalah temuan-temuan yang dihasilkan dari suatu penggalian arkeologi: mangkuk tanah liat, perhisalan, senjata, dan seterusnya. Kebudayaan material juga mencakup barang-barang, seperti televisi, pesawat terbang, stadion olahraga, pakaian, gedung pencakar langit, dan mesin cuci.
b.      Kebudayaan nonmaterial
Kebudayaan nonmaterial adalah ciptaan-ciptaan abstrak yang diwariskan dari generasi ke generasi, misalnya dongeng, cerita rakyat, dan lagu atau tarian tradisional.
d. Kebudayaan secara umum dapat dibagi menjadi dua macam yaitu :
a. Kebudayaan Daerah adalah kebudayaan dalam wilayah atau daerah tertentu yang diwariskan secara turun temurun oleh generasi terdahulu pada generasi berikutnya pada ruang lingkup daerah tersebut.
b. Kebudayaan Nasional adalah gabungan dari budaya daerah yang ada di Negara tersebut. Itu dimaksudkan budaya daerah yang mengalami asimilasi dan akulturasi dengan dareah lain di suatu Negara akan terus tumbuh dan berkembang menjadi kebiasaan-kebiasaan dari Negara tersebut. Misalkan daerah satu dengan yang lain memang berbeda, tetapi jika dapat menyatukan perbedaan tersebut maka akan terjadi budaya nasional yang kuat yang bisa berlaku di semua daerah di Negara tersebut walaupun tidak semuanya dan juga tidak mengesampingkan budaya daerah tersebut. Contohnya Pancasila sebagai dasar negara, Bahasa Indonesia dan Lagu Kebangsaan yang dicetuskan dalam Sumpah Pemuda 12 Oktober 1928 yang diikuti oleh seluruh pemuda berbagai daerah di Indonesia yang membulatkan tekad untuk menyatukan Indonesia dengan menyamakan pola pikir bahwa Indonesia memang berbeda budaya tiap daerahnya tetapi tetap dalam satu kesatuan Indonesia Raya dalam semboyan “bhineka tunggal ika”.