Kamis, 22 Maret 2012

Wawancara Pembelajaran Apresiasi Sastra di Sekolah


Pelaksanaan pembelajaran apresiasi sastra di sekolah Bapak seperti apa?
Pembelajaran apresiasi sastra di sekolahku sangat mengasyikkan karena dari hal yang sederhana dalam pembelajaran apresiasi sastra bisa menjadi sangat menarik, bermakna, dan bermanfaat. Dari hal yang sederhana juga menjadi indah dan nyaman untuk dirasakan.

Apa media yang Bapak gunakan dalam pembelajaran apresiasi sastra?
Media yang digunakan biasanya adalah tape recorder, CD/ kaset, serta buku-buku sastra.

Bagaimana ketersediaan buku sastra di sekolah Bapak?
Buku-buku sastra yang tersedia di perpustakaan sekolah kurang memadai. Buku sastra kurang lengkap dan tidak sesuai dengan kebutuhan siswa.

Bagaimana usaha untuk menambah referensi sastra di sekolah Bapak?
Untuk menambah referensi sastra, pihak sekolah memprogramkan pengadaan kebutuhan buku sastra dengan dana operasional sekolah. Disamping itu, pada tiap akhir tahun ajaran, para lulusan disarankan untuk menyumbangkan buku.

Apa saja kendala yang Bapak hadapi dalam pembelajaran apresiasi sastra?
Kendalanya waktu pembelajaran apresiasi sastra sangat kurang, buku-buku sastra sangat terbatas. Pembelajaran apresiasi sastra kurang diminati karena anak menganggap bahwa apresiasi sastra merupakan pelajaran mengarang. Apresiasi anak terhadap sastra pada umumnya sangat dangkal karena menurut saya banyak anak mau membaca buku-buku sastra bila diberi tugas.

Bagaimana usaha Bapak untuk mengatasinya kendala tersebut?
Hal yang saya lakukan untuk membangkitkan anak agar gemar terhadap pembelajaran apresiasi sastra yaitu sebelum kegiatan inti belajar mengajar anak diberi motivasi tentang manfaatnya. Contoh pembelajaran apresiasi prosa, dengan sering membaca karya sastra secara langsung atau tidak langsung jiwa kita akan tertanam nilai-nilai luhur yang terdapat di dalamnya. Jika menyampaikan pembelajaran apresiasi puisi, misalnya pantun, siswa diminta bertanya jawab dengan menggunakan pantun yang telah disiapkan sebelumnya. Dengan ini berdasarkan pengalaman, anak-anak merasakan bahwa bertanya jawab dengan pantun itu memberi motivasi dan merasakan keindahan dalam bersastra (berpantun). Selain dengan cara tersebut, disediakan nyanyian  yang mudah dihafalkan yang isinya sesuai dengan materi. Hal yang saya lakukan, contohnya lagu Naik Delman digubah syairnya menjadi “pada hari ini aku belajar puisi// puisi yang indah buatanku sendiri// ada beberapa yang harus dimengerti// ada isi/ ada diksi/ dan apresiasi//”









Profil Narasumber

Nama               : Nano Kushartadi
TTL                 : Wonosobo, 20 November 1960
Alamat             : Semunggang, 1/IV, sedayu, Sapuran, Wonosobo, 56373
Profesi             : Guru Mata Pelajaran Bahasa Indonesia
Unit Kerja       : SMP Negeri 1 Kertek, Wonosobo
Masa bakti       : 27 tahun