Kamis, 22 Maret 2012

FAKULTAS PENDIDIKAN BAHASA DAN SENI UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA


FAKULTAS PENDIDIKAN BAHASA DAN SENI
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA


Universitas Pendidikan Indonesia didirikan pada tanggal 20 Oktober 1954 di Bandung, diresmikan oleh Menteri Pendidikan Pengajaran Mr. Muhammad Yamin. Semula bernama Perguruan Tinggi Pendidikan Guru (PTPG), didirikan dengan latar belakang sejarah pertumbuhan bangsa, yang menyadari bahwa upaya mendidik dan mencerdaskan bangsa merupakan bagian penting dalam mengisi kemerdekaan. Beberapa alasan didirikannya PTPG antara lain: Pertama, setelah Indonesia mencapai kemerdekaannya, bangsa Indonesia sangat haus pendidikan. Kedua, perlunya disiapkan guru yang bermutu dan bertaraf universitas untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang akan merintis terwujudnya masyarakat yang sejahtera.
Gedung utama UPI bermula dari puing sebuah villa yang bernama Villa Isola, merupakan gedung bekas peninggalan masa sebelum Perang Dunia II. (Pada masa perjuangan melawan penjajah, gedung ini pernah dijadikan markas para pejuang kemerdekaan). Puing puing itu dibangun kembali dan kemudian menjelma menjadi sebuah gedung bernama Bumi Siliwangi yang megah dengan gaya arsitekturnya yang asli.
Di sinilah untuk pertama kalinya para pemuda mendapat gemblengan pendidikan guru pada tingkat universitas, sebagai realisasi Keputusan Menteri Pendidikan Pengajaran dan Kebudayaan Republik Indonesia (Nomor 35742 tanggal 1 September 1954 tentang pendirian PTPG/Perguruan Tinggi Pendidikan Guru).
Pada mulanya PTPG dipimpin oleh seorang Dekan yang membawahi beberapa jurusan dan atau balai, yakni:
·                     Ilmu Pendidikan
·                     Ilmu Pendidikan Jasmani;
·                     Bahasa dan Kesusastraan Indonesia;
·                     Bahasa dan Kesusastraan Inggris;
·                     Sejarah Budaya;
·                     Pasti Alam;
·                     Ekonomi dan Hukum Negara; dan
·                     Balai Penelitian Pendidikan.
Sejalan dengan Surat Keputusan Menteri Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan No. 40718/S pada waktu itu, yang menyatakan bahwa PTPG dapat berdiri sendiri menjadi perguruan tinggi atau perguruan tinggi dalam universitas, maka seiring dengan berdirinya Universitas Padjadjaran (UNPAD), pada tanggal 25 November 1958 PTPG diintegrasikan menjadi fakultas utama Universitas Padjadjaran dengan nama Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).
FAKULTAS PENDIDIKAN BAHASA dan SENI
Tugas Pokok dan Fungsi
Tugas pokok dan fungsi FPBS UPI adalah melakukan pembinaan sumber daya manusia dalam disiplin ilmu kependidikan dan pendidikan disiplin ilmu bahasa, sastra, dan seni untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas dan kompetitif, serta memiliki kompetensi dalam dunia pendidikan, industri, dan wirausaha.
FPBS UPI membina 10 jurusan dan 4 program studi. Kesepuluh jurusan tersebut adalah Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Jurusan Pendidikan Bahasa Daerah, Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris, Jurusan Pendidikan Bahasa Jerman, Jurusan Pendidikan Bahasa Arab, Jurusan Pendidikan Bahasa Jepang, Jurusan Pendidikan Bahasa Prancis, Jurusan Pendidikan Seni Rupa dan Kerajinan, Jurusan Pendidikan Seni Tari, dan Jurusan Pendidikan Seni Musik. Sedangkan keempat program studi tersebut adalah Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia, Prodi Pendidikan Bahasa Inggris, dan Prodi Bahasa Inggris. Program Studi Nonkependidikan Bahasa dan Sastra Indonesia serta Prodi Bahasa Inggris didirikan berdasarkan SK Dirjen Dikti Depdiknas Nomor 386/DIKTI/KEP/1999, tanggal 18 Agustus 1999 sebagai wujud perluasan peran (wider mandate) FPBS UPI dalam dunia pendidikan.
Tujuan
Menyelenggarakan pendidikan bagi calon tenaga kependidikan/ nonkependidikan dan meningkatkan kualifikasi pendidikan pada berbagai jenis dan jenjang pendidikan, serta program-program lain yang relevan.
Melaksanakan penelitian dan pengkajian dalam rangka mengembangkan dan menerapkan ilmu bahasa dan seni.
Melaksanakan pengabdian kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian institusional terhadap pembangunan pendidikan nasional dalam rangka mengaplikasikan hasil-hasil pendidikan dan penelitian.
Menggalang kerjasama dengan lembaga-lembaga lain, baik vertikal maupun horizontal, untuk mengadakan upaya pembinaan program dan personil, dalam rangka mendukung program internal FPBS sendiri dan lembaga lain yang terkait.
Jurusan dan Program Studi
Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia menaungi dua program studi yaitu Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia (nonpendidikan) Kedua program studi ini satu sama lain memiliki arah pengembangan yang berbeda. Program studi pendidikan mengembangkan disiplin ilmu kependidikan, dan program studi nonpendidikan mengembangkan pendidikan disiplin ilmu. Sesuai dengan struktur kurikulum, program studi pendidikan  membekali mahasiswa dengan mata kuliah dasar keahlian profesi keguruan, mata kuliah keahlian dan mata kuliah keahlian lainnya. Program studi nonpendidikan membekali mahasiswa dengan mata kuliah disiplin ilmu sastra. Dengan demikian, lulusan program studi pendidikan memperoleh gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.) dan  program studi pendidikan memperoleh gelar Sarjana Sastra (S.S.). Penerimaan mahasiswa dilakukan melalui Jalur SNMPTN, PMDK, Kerja sama, UM-UPI, dan Lanjutan.
Jurusan/ProgramStudi Pendidikan Bahasa Daerah Jurusan ini sejak awal berdirinya konsisten mengemban tugas mengembangkan budaya lokal Jawa Barat, yakni bahasa Sunda. Oleh karena itu jurusan ini sering disebut Jurusan Pendidikan Bahasa Daerah. Dalam perkembangannya, jurusan Pendidikan Bahasa Daerah senantiasa bekerja sama dengan pemerintah provinsi Jawa Barat dalam turut serta mendorong kebijakan pemerintah provinsi terutama dalam memberlakukan muatan lokal bahasa Sunda dalam kurikulum di sekolah dasar dan menengah. Perkembangan jurusan/ program studi  ini secara konsisten mempertahankan program kependidikan. Sampai saat ini jurusan Pendidikan Bahasa Daerah belum mewacanakan untuk membuka program nonkependidikan. Hal ini dilakukan dengan pertimbangan bahwa animo masyarakat Jawa Barat terhadap pendidikan bahasa daerah masih cukup besar.
Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris Seperti halnya jurusan pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris juga menaungi dua program studi, yakni Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris  dan Program Studi Bahasa dan Sastra Inggris (nonpendidikan). Kurikulum yang dikembangkan oleh program studi  pendidikan  untuk memberi bekal ilmu kependidikan sedangkan kurikulum program studi  nonpendidikan  mengembangkan disiplin ilmu bahasa Inggris yang memungkinkan lulusannya memiliki kompetensi untuk menjadi translater  (penerjemah) dan kompetensi lainnya. Lulusan program studi  pendidikan  Bahasa Inggris memperoleh gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.), dan lulusan program studi  Bahasa Inggris memperoleh gelar Sarjana Sastra (S.S.). Penerimaan mahasiswa dilakukan melalui Jalur SNMPTN, PMDK, Kerja sama, UM-UPI, dan Lanjutan.
Jurusan Pendidikan Bahasa Jerman Jurusan Pendidikan Bahasa Jerman membekali disiplin ilmu kependidikan bahasa Jerman bagi para mahasiswanya, sehingga ketika mahasiswa tersebut lulus memiliki kompetensi menjadi tenaga kependidikan dan kompetensi lainnya seperti konsultan bahasa, staf ahli kedutaan, penerjemah, dan lain-lain.Dalam mengembangkan kelembagaan, jurusan pendidikan bahasa Jerman telah menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, terutama yang ada hubungan dengan bahasa Jerman, seperti dengan Dinas Pertukaran Akademisi Jerman (Deutscher Akademischer Austauschdienst/DAAD), Pusat Kebudayaan Jerman (Goethe Institut) dan Pädagogische Hochschule Heidelberg. Ketiga lembaga tersebut memberikan kesempatan kepada dosen-dosen untuk mengikuti  pendidikan lanjut dan seminar serta mengadakan penelitian, juga kepada mahasiswa yang berprestasi untuk mengikuti kursus bahasa dan, studi di Universitas dan untuk mengadakan penelitian di Jerman.
Jurusan Pendidikan Bahasa Arab Jurusan Pendidikan Bahasa Arab mengembangkan dan membekali disiplin ilmu kependidikan bahasa Arab bagi para mahasiswanya. Dengan disiplin ilmu tersebut, lulusan memiliki kompetensi untuk menjadi tenaga pendidikan bahasa Arab dan sekaligus memiliki kompetensi ilmu pendidikan agama Islam. Hal tersebut dimiliki mahasiswa dan alumni karena kurikulum jurusan pendidikan Bahasa Arab dilengkapi dengan Mata Kuliah Perluasan dan Pendalaman (MKPP) yang berkaitan dengan pendidikan agama Islam. Penerimaan mahasiswa dilakukan melalui Jalur SNMPTN, PMDK, UM-UPI, Lanjutan, dan Kerja Sama. Pengembangan kelembagaan terus dilakukan oleh pimpinan jurusan dan para dosen melalui berbagai kerja sama dengan berbagai lembaga seperti Balai Bahasa ITB, Universitas Islam Bandung (Unisba), dan SMA. Kerja sama tersebut menyangkut pengembangan bahasa Arab melalui program Lesson Study. Kerja sama juga dilakukan dengan Kedutaan Besar negara Arab.   
Jurusan Pendidikan Bahasa Jepang Jurusan Pendidikan Bahasa Jepang merupakan salah satu jurusan yang banyak dipilih oleh calon mahasiswa baik melalui jalur SPMB (sekarang: SNMPTN), PMDK, Jalur Ujian Masuk (UM) UPI,  Lanjutan, maupun jalur Kerja Sama. Mahasiswa yang diterima melalui jalur-jalur tersebut akan memperoleh disiplin ilmu kependidikan bahasa dan sastra Jepang yang handal dengan kompetensi berbahasa   Jepang yang baik.Dalam pengembangan kelembagaan, jurusan ini melakukan kerja sama dengan beberapa lembaga seperti The Japan Foundation atau Nipon Foundation melalui kegiatan penelitian, untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan pengajaran bahasa Jepang di Indonesia baik untuk pendidikan tinggi maupun untuk pendidikan menengah; Pusat Kebudayaan Jepang; dan lembaga bahasa Jepang lainnya.
Jurusan Pendidikan Bahasa Prancis Jurusan Pendidikan Bahasa Prancis sedang berupaya melakukan sosialisasi ke berbagai lembaga sekolah guna memberikan informasi yang seluas-luasnya berkenaan dengan status kelembagaan jurusan, penerimaan calon mahasiswa, dan informasi akademik lainnya. Melalui kegiatan tersebut diharapkan animo masyarakat terhadap bahasa Prancis semakin meningkat dan terjalinnya kerja sama dengan lembaga sekolah di samping kerja sama yang sudah dilakukan dengan beberapa instansi lain seperti Kedutaan Besar Prancis untuk Indonesia melalui Service de Coopération et d’Action Culturelle (Bidang Biro Kerjasama Pendidikan Kebudayaan) dan Centre Culturel Français de Bandung (Pusat Kebudayaan Prancis Bandung) dan Alliance Française de Bandung (AFB). Kurikulum dirancang dengan mempertimbangkan kompetensi disiplin ilmu kependidikan bagi para mahasiswa, di samping kompetensi lainnya. Lulusan jurusan ini memperoleh sebutan gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.). Penerimaan mahasiswa dilakukan melalui Jalur SNMPTN, PMDK, UM-UPI, Lanjutan, dan Kerja Sama.
Jurusan Pendidikan Seni Rupa Pada awalnya jurusan ini memiliki dua program studi, yakni Program Studi Pendidikan Seni Rupa dan Program Studi Pendidikan Ukir Kayu. Sejalan dengan kebijakan dan animo masyarakat, jurusan ini sejak beberapa tahun yang lalu hanya memiliki satu program studi, yakni Program Studi Pendidikan Seni Rupa. Jurusan ini sampai saat ini konsisten mengembangkan jalur kependidikan. Hal ini mengingat mata pelajaran Pendidikan Seni yang ada di sekolah-sekolah menengah di dalamnya terdapat muatan Seni Rupa. Meskipun demikian, lulusan Jurusan Pendidikan Seni Rupa yang memiliki gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.) tidak hanya menjalani profesi sebagai guru tetapi sebagian di antara mereka ada yang memposisikan diri sebagai seniman seni rupa. Untuk itulah, sesuai dengan perkembangan zaman, Jurusan ini senantiasa berupaya mengembangkan program studi nonkependidikan, yaitu program studi Disain Komunikasi Visual (DKV). Penerimaan mahasiswa dilakukan melalui Jalur SNMPTN, PMDK, Kerja sama, UM-UPI, dan Lanjutan.
Jurusan Pendidikan Seni Musik Sejak berdiri pada tahun 1980-an hingga akhir tahun 2008 Jurusan Pendidikan Seni Musik masih berstatus program studi dan berada di bawah naungan Jurusan Pendidikan Sendratasik FPBS UPI. Pada awal tahun 2009 program studi ini resmi menjadi jurusan setelah melalui proses panjang pengusulan ke universitas, hingga akhirnya Senat Universitas memberikan persetujuan perubahan status program studi pendidikan Seni Musik menjadi jurusan yang ditadai dengan terbitnya SK Rektor nomor 1324/H40/KL/2009.
Jurusan Pendidikan Seni Musik merupakan salah satu jurusan yang banyak diminati oleh calon mahasiswa dari berbagai pelosok wilayah sehingga jumlah peminat yang daftar ke jurusan ini rata-rata berjumlah 350 orang, sedangkan kuota daya tampung berkisar antara 80-100 orang untuk jalur PMDK, UM-UPI, SNMPTN, Lanjutan, dan Kerja sama. Lulusan Program Studi Pendidikan Seni yang bergelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.) tidak hanya berprofesi sebagai guru baik di sekolah-sekolah maupun di tempat kursus seni musik tetapi ada pula yang berprofesi sebagai seniman.  Untuk memperluas jaringan, jurusan senantiasa melakukan kerja sama dengan berbagai instansi baik pemerintah maupun swasta, dalam dan luar negeri seperti PT Gudang Garam, Djarum Super, Departemen Pariwisata & Kebudayaan RI, Pemprov Jabar, Taman Budaya Jabar, Sabuga, dan Unsri Palembang.
Jurusan Pendidikan Seni Tari Seperti halnya jurusan pendidikan Seni Musik, Jurusan Pendidikan Seni Tari pun awalnya merupakan bagian dari Jurusan Pendidikan Sendratasik FPBS UPI. Sejak awal tahun 2009 bersama Jurusan Pendidikan Seni Musik, Jurusan Pendidikan Seni Tari memperoleh persetujuan perubahan status program studi menjadi jurusan dari Senat Akademik UPI yang diperkuat dengan SK Rektor nomor 1324/H40/KL/2009. Sejak berdirinya pada tahun 1981 jurusan Pendidikan Seni Tari berkembang sangat pesat. Hal ini ditunjukkan dengan kualitas dan kuantitas lulusan yang sangat kompetitif di lapangan kerja (sekolah dan dunia entertainment). Seperti halnya jurusan lain, jurusan ini terus mengembangkan diri dengan membina mahasiswa di jalur kependidikan untuk menghasilkan Sarjana Pendidikan (S.Pd.) di bidang seni tari. Mahasiswa jurusan ini dierima melalui Jalur PMDK, UM-UPI, SNMPTN,  Kerja sama, dan Lanjutan. Mahasiswa, selain aktif dalam perkuliahan juga berpartisipasi dalam berbagai kegiatan atau acara  baik di dalam maupun di luar universitas. Kerja sama yang dilaksanakan oleh jurusan adalah kerja sama dengan KBRI Malaysia, KBRI Singapura, pemerintah Jepang, Pemprov Jabar, Taman Budaya Jabar, KONI Jabar, pemerintah Afrika Selatan, dan Monash University.

(Bagus Hanni Pradana,2101407010, Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Negeri Semarang)