Kamis, 22 Maret 2012

Contoh Laporan KKN Tematik PBA


LAPORAN PELAKSANAAN
KULIAH KERJA NYATA (KKN) TEMATIK
 PENUNTASAN BUTA AKSARA (PBA)
DI DESA SONGGOM LOR
KECAMATAN SONGGOM
KABUPATEN BREBES
TAHUN 2011

                                                                                         









Oleh :
RINI PUJIASTUTIK                          (1402408138)
ANNISA CITRA SPARINA              (2101408034)
TEGUH PRASETYO                          (2102408026)
AUNUN MAULINA                          (2102408073)                     
RINA AMALATUN HIDAYAH       (2301408008)
ANI ROHMAWATI                           (2401408036)
ZAHROTUN AULA                           (3101408036)
SULISTYANINGSIH                         (3101408089)
GIGIH YANUAR WIJAYA              (3201408023)
FAJAR DWI SULISTYOWATI         (3401405020)
HENI LISTYAWARNI                      (3501408016)
YOGIE FIRMANSYAH                    (3501408048)
EVA NOVALIA                                 (4101408070)
MUHAMAD AFRIAWAN                (4301408023)
DEDY FIRMANSYAH                      (5101408028)
SUDITA                                               (5201408080)
RAHMAN ADI WIDIANTORO       (5301408028)
FAIZAL ELANDA SUNTORO         (6101407135)
                                                                                                                      

LEMBAGA PENELITIAN
DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
TAHUN 2011



Laporan pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Penuntasan Buta Aksara (PBA) Mahasiswa Universitas Negeri Semarang yang dilaksanakan pada tanggal 31 Oktober s.d. 14 Desember Tahun 2011 bertempat di Desa Songgom Lor, Kecamatan Songgom, Kabupaten Brebes telah disahkan pada hari Rabu tanggal  14 Desember 2011.                       





Kepala Desa Desa Songgom Lor,                      Dosen Pembimbing Lapangan,



Nur Khojin, S.E.                                                Kusumantoro, S.Pd., M.Si.
                                                                                   NIP 19780505 200501 1 001


           









KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat dan hidayah-Nya, sehingga Laporan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik di Desa Songgom Lor, Kecamatan Songgom, Kabupaten Brebes dapat kami selesaikan dengan lancar.
Laporan KKN ini dapat dijadikan sebagai bukti keseriusan kami dalam melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik di Desa Songgom Lor, Kecamatan Songgom, Kabupaten Brebes. Laporan ini dapat tersusun dengan baik tidak luput dari bantuan, bimbingan dan pengarahan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, kami mengucapkan terima kasih kepada:
1.      Dr. H. Soedijono Sastroatmodjo, M.Si Selaku Rektor Universitas Negeri Semarang.
2.      Agung Widyantoro, S.H., M.Si. selaku Bupati Brebes.
3.      ????????????, selaku Camat Songgom.
4.      Nur Khojin, S.E., selaku Kepala Desa Songgom Lor.
5.      Deky Aji Suseno, S.E., Selaku Dosen Koordinator Kecamatan KKN di Kecamatan Songgom, Kabupaten Brebes.
6.      Kusumantoro, S.Pd., M.Si., selaku Dosen Pembimbing Lapangan Desa Songgom Lor yang telah memberikan bimbingan terbaiknya.
7.      Segenap perangkat desa dan seluruh warga masyarakat Desa Songgom Lor yang telah menerima kami sebagai keluarga besar Desa Songgom Lor.
8.      Serta semua pihak yang tidak bisa kami sebutkan, yang telah membantu terlaksananya Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik di Desa Songgom Lor, Kecamatan Songgom, Kabupaten Brebes Tahun 2011 ini sehingga dapat berjalan dengan baik dan lancar.

Meskipun telah berusaha secara maksimal, kami menyadari masih ada kekurangan dalam laporan ini. Oleh karena itu, segala kritik dan saran yang sifatnya membangun sangat kami harapkan. Semoga laporan ini bermanfaat bagi kita semua.

Songgom,    Desember 2011
Koordinator Mahasiswa Desa,


MUHAMAD AFRIAWAN
NIM 4301408023

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL........................................................................................ i
HALAMAN PENGESAHAN......................................................................... ii
KATA PENGANTAR..................................................................................... iii
DAFTAR ISI.................................................................................................... iv
DAFTAR LAMPIRAN................................................................................... v
BAB I PENDAHULUAN
A.  Latar Belakang............................................................................ 1
B.  Tujuan Penyelenggaraan Pendidikan Keaksaraan...................... 2
C.  Rencana Kegiatan KKN Tematik PBA...................................... 3
D.  Tempat Pelaksanaan KKN Tematik PBA................................... 5
E.   Waktu Pelaksanaan KKN Tematik PBA.................................... 5
F.   Rencana Kegiatan Penyelenggaraan Pendidikan Keaksaraan.... 5
BAB II            PROSES PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN KEAKSARAAN
A.  Pendataan Calon Warga Belajar................................................. 6
B.  Pembentukan Kelompok Belajar................................................ 6
C.  Proses Pelaksanaan Pembelajaran............................................... 6
D.  Tempat dan Waktu Pembelajaran............................................... 9
E.   Pelaksanaan Evaluasi Hasil Pembelajaran................................... 10
F.   Faktor Pendukung dan Penghambat........................................... 12
G.  Upaya Mengatasi Hambatan....................................................... 12
BAB III     PENUTUP
A.  Kesimpulan................................................................................. 15
B.  Rekomendasi.............................................................................. 15
C.  Kata Penutup.............................................................................. 16

DAFTAR LAMPIRAN

1.      Daftar warga belajar pendidikan keaksaraan. (format terlampir 3)
2.      Rekapitulasi jumlah warga belajar pendidikan keaksaraan lulus evaluasi. (format terlampir 4)
3.      Rekap daftar skor evaluasi WB.
4.      Foto copy SUKMA/ STSB yang diberikan kepada warga belajar.
5.      Foto dan CD kegiatan KKN Tematik PBA.
6.      Daftar kelompok mahasiswa peserta KKN Termatik PBA.
7.      Jadwal kegiatan tutorial PBA.
8.      Contoh soal evaluasi pembelajaran.






















BAB I
PENDAHULUAN


A.      Latar Belakang
Dalam rangka meningkatkan mutu layanan pendidikan bagi warga belajar pendidikan keaksaraan, maka dipandang perlu melakukan inovasi dalam penyelenggaraan program pembelajaran dan system pembelajaran. Dalam system pembelajaran keaksaraan terdapat berbagai peran akan tetapi yang berperan aktif ada tiga yakni tutor, kurikulum, dan warga belajar dengan pemeran utama di tangan tutor. Untuk itulah maka Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah bekerjasama dengan perguruan tinggi penyelenggara KKN Tematik PBA dalam rangka melaksanakan kegiatan percepatan penuntasan buta aksara di Jawa Tengah melalui kegiatan KKN Mahasiswa.
Kelurahan sebagai satu bagian dari wilayah Indonesia yang penduduknya paling dominan merupakan satu aset yang strategis dalam pengembangan masyarakat untuk terus membangun dan dikembangkan sesuai dengan potensinya. Pembangunan baik fisik, maupun mental spiritual merupakan tanggung jawab bersama seluruh warga Negara Indonesia. Sehingga, sistem sentralisasi dan desentralisasi yang dipadukan merupakan langkah yang paling tepat, di samping program umum dari pusat juga ada kebijakan lokal sesuai dengan wilayah setempat. Dengan demikian, pembangunan membutuhkan kerja keras dan pengabdian dari segenap masyarakat, karena itu usaha pembangunan menjadi tanggung jawab bersama semua pihak termasuk lembaga perguruan tinggi beserta civitas akademiknya.
Perguruan tinggi sebagai pusat pemeliharaan pembangunan ilmu pengetahuan dan teknologi sesuai dengan kebutuhan masa sekarang dan masa yang akan datang, di samping mendidik mahasiswa agar berjiwa penuh pengabdian serta kegairahan untuk meneliti dengan penuh rasa tanggung jawab yang besar terhadap masa depan bangsa dan Negara, menggiatkan mahasiswa sehingga bermanfaat bagi pembangunan daerah dan nasional.
Perguruan tinggi dituntut untuk lebih berorientasi dan menyerasikan kurikulumnya kepada kebutuhan pembangunan yang dapat menghayati dan mengatasi problema pembangunan dan kemasysrakatan serta berfungsi sebagai penerus pembangunan. Hal ini akan bermakna karena pada dasarnya ilmu pengetahuan dan teknologi itu harus diabdikan kepada pembangunan manusia seutuhnya.
Dalam konteks pemikiran yang demikian itu maka, Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada masysrakat yang diharapkan akan dapat menjawab terhadap tantangan pembangunan dan masa depan tersebut. Dengan adanya minat dan keikhlasan pada diri mahasiswa untuk dapat membantu menyelesaikan program penuntasan buta aksara di wilayah Jawa Tengah.
Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan salah satu bentuk pengintegrasian kegiatan antara masyarakat dengan pendidikan dan penilitian terutama oleh mahasiswa dengan bimbingan perguruan tinggi dan pemerintah daerah, dilaksanakan secara interdisipliner dan intrakulikuler.

B.       Tujuan Penyelenggaraan Pendidikan Keaksaraan
Secara umum tujuan penyelenggaraan pendidikan keaksaraan adalah:
1.         Untuk memberikan layanan pendidikan bagi masyarakat niraksara dan atau masih rendah kemampuan keaksaraannya melalui proses transformasi kemampuan keaksaraan yang meliputi aspek mendengarkan, berbicara, membaca, menulis, dan berhitung.
2.         Untuk mengembangkan kemampuan berpikir praktis, analitis, dan rasional sehingga dapat memanfaatkan kemampuan keaksaraan serta potensi diri dan sumber-sumber kehidupan yang ada di lingkungannya untuk kepentingan peningkatan kualitas kehidupannya.

C.      Rencana Kegiatan KKN Tematik PBA
  1. Identifikasi Keaksaraan
Sebelum terlibat dalam proses belajar mengajar maka tutor terlebih dahulu melakukan identifikasi keaksaraan. Identifikai keaksaraan dimaksudkan untuk mengetahui potensi masyarakat dan masalah-masalah yang dihadapinya.
Melalui kegiatan observasi keaksaraan, maka tutor sebagai pemeran utama dalam program pendidikan keaksaraan akan mendapatkan gambaran yang tepat tentang kemampuan dasar dan kebutuhan mendengarkan, berbicara,  membaca, menulis, serta berhitung masyarakat. Tujuan tersebut dapat dicapai dengan melibatkan warga belajar dalam proses membuat kesepakatan belajar dan rencana pembelajaran.
Oleh karena kemampuan masing-masing warga belajar pada awal masuk kelompok belajar tidak sama, maka sebelum membuat kesepakatan belajar dan menyusun rencana pembelajaran terlebih dahulu tutor perlu menilai kemampuan awal setiap warga belajar guna memperoleh gambaran tentang keterampilan dasar dan kemampuan fungsionalnya.    
  1. Membuat Kesepakatan Belajar
Kesepakatan belajar merupakan kegiatan pertama dalam kelompok belajar untuk memulai proses pembelajaran. Kesepakatan belajar merupakan bentuk kesepakatan antara tutor dan warga belajar dalam mengidentifikasi bahan belajar atau materi pembelajaran. Kesepakatan belajar akan membantu kelompok belajar dalam mengelola pembelajaran dan membantu tutor dalam mengevaluasi kemajuan warga belajar.
  1. Menyusun Rencana Pembelajaran
Rencana pembelajaran disusun oleh tutor dan didiskusikan bersama dengan warga belajar. Rencana pembelajaran harus memuat aktifitas diskusi, membaca, menulis, berhitung, dan aksi (penerapan) sesuai dengan topik pembelajaran yang telah dipilih dan disepakati warga belajar sebagaimana tertuang dalam kesepakatan belajar.
  1. Pelaksanaan Kegiatan Pembelajaran
Pelaksanaan kegiatan pembelajaran akan dilaksanakan sesuai kesepakatan warga dan setelah melalui tiga kegiatan sebelumnya yang telah diuraikan di atas.
  1. Kegiatan-kegiatan lain di samping kegiatan pendidikan keaksaraan
Selain melaksanakan kegiatan pendidikan keaksaraan, Tim KKN Tematik PBA Tahun 2011 bertempat di Desa Songgom Lor, Kecamatan Songgom, Kabupaten Brebes juga melakukan program wajib yaitu penghijauan dan pendataan siswa berprestasi, serta kegiatan-kegiatan lain yang bersifat positif. Kegiatan-kegiatan tersebut antara lain adalah bersosialisasi dengan masyarakat dilakukan dengan ikut dalam kegiatan posyandu dan ikut aktif dalam kegiatan keagamaan. Selain itu juga membantu mengajar ekstrakulikuler di MI setempat, mendampingi lomba kepramukaan, dan  memberi pelajaran tambahan bagi anak-anak sekolah serta kegiatan lain selama tidak mengganggu kegiatan KKN Tematik PBA.

D.      Tempat Pelaksanaan KKN Tematik PBA
Kegiatan KKN Tematik PBA ini bertempat di Desa Songgom Lor, Kecamatan Songgom, Kabupaten Brebes.

E.       Waktu Pelaksanaan KKN Tematik PBA
Pelaksanaan kegiatan KKN Tematik PBA di di Desa Songgom Lor, Kecamatan Songgom, Kabupaten Brebes berlangsung selama 45 (empat puluh lima) hari efektif, yaitu terhitung mulai tanggal 31 Oktober s.d. 14 Desember Tahun 2011.

F.       Rencana Kegiatan Penyelenggaraan Pendidikan Keaksaraan
1.    Orientasi Lapangan
Setelah mahasiswa peserta KKN Tematik PBA berada di lokasi desa/ kelurahan, maka pada tiga hari pertama mahasiswa melakukan orientasi lapangan yang difokuskan pada kegiatan-kegiatan sebagai berikut:
a.    Mengadakan perkenalan dengan Kepala Desa /Lurah dan aparat desa lainnya, serta para tokoh masyarakat setempat dalam rangka membangun hubungan sosial yang baik dengan pihak masyarakat.
b.    Mengadakan koordinasi dan konsultasi dengan Kepala Desa/ Lurah dan aparat desa lainnya untuk menyusun rencana program kegiatan KKN Tematik PBA di lokasi KKN.
c.    Melakukan pendataan dan identifikasi nama-nama calon warga belajar pendidikan keaksraaan yang meliputi nama lengkap, tempat dan tanggal lahir atau umur, alamat lengkap, jenis kelamin, status keaksaraan (murni, DO 1, DO 2, atau DO 3) dan menyiapkan tiga lembar pass photo masing-masing calon warga belajar untuk kelengkapan SUKMA/STSB.
d.   Menggunakan berbagai strategi, teknik, dan pendekatan yang efektif sesuai dengan kondisi masyarakat setempat sehingga setiap mahasiswa mampu mendapatkan data calon warga belajar masing-masing kelompok minimal 10 (sepuluh) orang tiap mahasiswa.
e.    Menyusun rencana dan langkah-langkah kongkrit dalam rangka pelaksanaan program pembelajaran.
f.     Mengadakan pertemuan pra kondisi dengan calon warga belajar yang telah didata dan diidentifikasi dalam rangka menyampaikan beberapa informasi awal tentang rencana pelakasanaan program.
g.    Menyiapkan sarana prasarana pendukung yang dibutuhkan dalam proses kegiatan pembelajaran.
2.    Pembentukan Kelompok Belajar
Setelah dianggap cukup dalam melakukan kegiatan orientasi lapangan, maka mahasiswa melakukan kegiatan-kegiatan berikut:
a.    Membentuk kelompok belajar  yang beranggotakan setiap kelompok minimal 10 (sepuluh) warga belajar untung setiap mahasiswa.
b.    Menetukan dan menyiapkan tempat yang representatif untuk pelaksanaan proses pembelajaran sesuai dengan jumlah kelompok dengan melakukan koordinasi dan konsultasi bersama Kepala Desa atau aparat desa lainnya.
c.    Menyusun jadwal kegiatan proses pembelajaran dengan memperhatikan kesempatan atau waktu yang dimiliki oleh masing-masing warga belajar agar mereka merasa nyaman dan tidak terganggu aktifitas rutin harian.
d.   Menyusun kontrak belajar (kesepakatan bersama dengan warga belajar) untuk membangun komitmen bersama agar terget penuntasan buta aksara dapat tercapai sesuai dengan waktu yang tersedia.
3.    Proses Pembelajaran
a.    Kegiatan pembelajaran tutorial PBA dengan memanfaatkan waktu sebaik mungkin secara efektif dan efisien.
b.    Menyiapkan semua perencanaan dan persiapan secara matang.
c.    Melakukan evaluasi secara bertahap pada setiap proses pembelajaran untuk mengukur hasil dan perkembangan kemampuan warga belajar secara cepat dan tepat.
d.   Mengkonsultasikan beberapa kesulitan dalam proses pembelajaran kepada DPL atau Tim Pelakasanaan KKN Tematik  PBA.
e.    Mencatat semua proses pelaksanaan kegiatan KKN Tematik PBA setiap hari ke dalam buku kerja individu sebagai bahan pembuatan laporan akhir kegiatan KKN dan memintakan tanda tangan DPL pada buku kerja individu ketika dilakukan pendampingan di lokasi KKN.
f.     Mendokumentasi setiap aktivitas yang berhubungan langsung dengan kegiatan KKN Tematik PBA  untuk keperluan lampiran laporan akhir kegiatan KKN dan visualisasi pada saat dilakukan kunjungan kerja pimpinan di lokasi KKN.
g.    Melakukan evaluasi hasil pembelajaran pada akhir kegiatan KKN Tematik PBA sesuai dengan standar bahan evaluasi yang telah ditetapkan dalam rangka menentukan warga yang berhak menerima SUKMA/ STSB.
h.    Menyerahkan SUKMA/STSB kepada warga belajar yang lulus evaluasi.
i.      Mahasiswa KKN Tematik PBA melaksanakan program kegiatan lain yang bermanfaat dan dibutuhkan oleh masyarakat tanpa mengganggu aktivitas utama proses pembelajaran pendidikan keaksaraan.


BAB II
PROSES PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN KEAKSARAAN


A.      Pendataan Calon Warga Belajar
Pendataan calon warga belajar dilakukan sehari setelah penerjunan. Pendataan yang berlangsung selama 7 hari dilakukan dengan berbagai cara. Diantaranya koordinasi dengan Kepala Desa yang diteruskan ke tiap-tiap RT di desa Songgom Lor dan juga dengan cara pendekatan personal (door to door) ke rumah masing-masing calon warga belajar, serta dilakukan sosialisasi pada setiap RW. Data warga belajar produktif pertama yang didapat dari data BPS berjumlah 180 warga buta aksara. Setelah dilakukan observasi dan sosialisasi, ada beberapa warga yang tidak terdata berminat mengikuti proses pembelajaran sebanyak 70 warga. Dari kegiatan pendataan tersebut, didapat data warga belajar sebanyak 250 orang. (data terlampir)

B.       Pembentukan Kelompok Belajar
Data calon warga belajar yang didapat pada proses pendataan diklasifikasikan berdasarkan wilayah tempat tinggal. Klasifikasi warga sesuai dengan alamat tempat tinggal tersebut memudahkan dalam pembentukan kelompok belajar. Kesepakatan pembentukan kelompok belajar dilakukan dan didiskusikan bersama oleh tutor dan calon warga belajar. Pembentukan kelompok belajar dilakukan dengan mengadakan pertemuan bersama warga belajar serta mahasiswa KKN yang akan berperan sebagai tutor. Dari hasil pertemuan yang berlokasi di masing-masing RT, diperoleh data bahwa warga belajar dikelompokkan menjadi 9 kelompok belajar. Adapun nama-nama warga belajar tiap kelompok tersebut terlampir.

C.      Proses Pelaksanaan Pembelajaran
1.             Strategi Pembelajaran
Telah dimaklumi bersama bahwa pada umumnya sasaran program penuntasan buta aksara terdiri dari masyarakat orang dewasa. Oleh karena itu dalam membelajarkan mereka tentu harus memperhatikan konsep belajar untuk orang dewasa (andragogi).
Ada beberapa prinsip belajar bagi orang dewasa yang harus dipahami setiap tutor, antara lain adalah:
b.      Pembelajaran berorientasi pada masalah yang dihadapi warga belajar (problem oriented).
c.       Pembelajaran berorientasi pada pengalaman sendiri warga belajar (experiences oriented)
d.      Warga belajar bebas untuk belajar sesuai dengan pengalamannya, dan pengalaman bermakna (meaningfull) bagi warga belajar.
e.       Tujuan pembelajaran ditentukan dan disetujui warga belajar melalui kontrak belajar (learning Contract).
f.       Warga Belajar memperoleh umpan balik tentang pencapaian tujuan pembelajaran.
g.      Motivasi instrinsik menghasilkan pembelajaran lebih mudah diserap dan lebih permanen.
h.      Bahan ajar lebih mudah dipelajari oleh WB apabila sesuai dengan kebiasaannya.
i.        Partisipasi aktif setiap WB dalam proses pembelajaran memperbaiki ingatan mereka.
Berdasarkan prinsip-prinsip di atas maka ada beberapa hal yang perlu mendapatkan perhatian dari setiap tutor, yaitu:
a.       Warga belajar termotivasi untuk belajar jika materi pembelajaran sesuai dengan pengalaman, minat, dan kebutuhan mereka. Oleh karena itu, materi pembelajaran dibuat menarik dan ada hubungannya secara langsung dengan pengalaman, minat, dan kebutuhan hidup sehari-hari warga belajar.
b.      Setiap WB memiliki pengalam sendiri dan pengalaman mereka merupakan sumber utama bagi proses pembelajaran. Oleh karena itu metode utama dalam pembelajaran adalah menganalisis pengalaman WB secara bersama-sama.
c.       Orientasi belajar berhubungan erat dengan kehidupan WB, sehingga unit yang tepat untuk pembelajaran adalah situasi kehidupan sehari-hari setiap WB, bukan mata pelajarannya.
d.      Setiap WB mempunyai keinginan dan kebutuhan untuk mengarahkan diri menuju kemandirian berdasarkan situasi tertentu. Oleh karena itu, tutor memberikan dorongan semangat yang terus-menerus, dapat berperan dalam meningkatkan proses saling memberi dan menerima, bukan mentransfer pengetahuan kepada mereka.
e.       Tutor memposisikan setiap WB sebagai subjek aktif dalam proses-proses perencanaan maupun pelaksanaan kegiatan. Oleh karena itu, tutor memberikan kesempatan penuh kepada warga belajar untuk memanfaatkan pengetahuan, kemampuan, dan keterampilannya dalam kelompok belajar.
f.       Setiap WB senang bila aktifitas belajarnya dapat memecahkan masalah mereka menjadi bermakna bagi kehidupannya, dan hasil belajarnya dapat diterapkan. Oleh karena itu, materi pembelajaran bersifat praktis, konkrit, dan bermanfaat bagi WB, bukan hal-hal yang bersifat teoritik dan abstrak.
2.  Penyusunan Bahan Ajar Tematik
a.       Pengertian Bahan Ajar Tematik
Tematik adalah pokok isi atau wilayah isi dari suatu bahasan materi yang terkait dengan masalah dan kebutuhan lokal yang dijadikan tema atau judul dan akan disajikan dalam proses pembelajaran dikelompok belajar.
b.      Tujuan Penyusunan Bahan Ajar Tematik
Penyusunan bahan ajar tematik dalam program keaksaraan fungsinal bertujuan untuk :
1)      Memberikan arah pembelajaran yang sesuai dengan minat dan kebutuhan WB
2)      Membantu memeperjelas materi yang disajikan sehingga mudah dierima dan dipahami WB
3)      Melakukan Penuntasan ruang lingkup materi agar lebih fokus atau tidak terlampau luas
4)      Mempercepat hasil pembelajan terhadap WB
5)      Memperkuat kemampuan keaksaraan WB agar tidak buta aksara kembali dan menjadi WB yang mandiri
6)      Memperbaiki ketrampilan ekonomi WB
7)      Memberikan akses kemudahan WB dalam memperoleh informasi
8)      Mengembangkan kesadaran kritis WB
9)      Membentuk sikap mental rasional dan ilmiah dikalangan WB
10)  Membangun suasana kelompok belajar yang menyenangkan dan menghibur WB
c.       Manfaat Bahan Ajar Tematik
Penyusunan bahan ajar tematik dalam program keaksaraan fungsional diharapkan memberikan manfaat :
1)      Proses pembelajaran lebih terarah sesuai dengan minat dan kebutuhan WB
2)      Merangsang WB untuk aktif dalam proses menentukan kebutuhan belajarnya sendiri
3)      Materi pembelajaran lebih jelas dan fokus sehingga akan cepat dan mudah diterima dan dipahami WB
4)      Sebagai alat bantu bagi tutor dalam membelajarkan membaca, menulis, dan berhitung (calistung) kepada WB
5)      Sebagai alat bantu bagi tutor untuk menyampaikan pesan atau meteri pembelajaran yang harus dikuasai oleh WB.

D.      Tempat dan Waktu Pembelajaran
Kegiatan KKN Tematik PBA ini bertempat di Desa Songgom Lor, Kecamatan Songgom, Kabupaten Brebes. Sedangkan kegiatan pembelajaran disesuaikan dengan kesepakatan warga belajar yang kemudian akan dibentuk kelompok belajar. Tempat pembelajaran itu hendaknya dekat dengan pemukiman warga, dan memiliki sarana prasarana serta kondisi yang mendukung proses pembelajaran tersebut. Sebagian besar lokasi kegiatan pembelajaran kelompok belajar bertempat di kediaman ketua RT masing-masing.

E.       Waktu Pelaksanaan KKN Tematik PBA
Pelaksanaan kegiatan KKN Tematik PBA di di Desa Songgom Lor, Kecamatan Songgom, Kabupaten Brebes berlangsung selama 45 (empat puluh lima) hari efektif, yaitu terhitung mulai tanggal 31 Oktober s.d. 14 Desember Tahun 2011.
Waktu pelaksanaan kegiatan pembelajaran disesuaikan dengan waktu yang disepakati warga belajar dengan beberapa pertimbangan, yakni waktu tersebut adalah waktu yang sangat kondusif untuk melakukan proses pembelajaran serta diharapkankan pada waktu itu semua warga dapat menghadiri kegiatan belajar.
Pelaksanaan pembelajaran pendidikan keaksaraan dilaksanakan selama kurang lebih satu bulan, yaitu mulai tanggal 7 November s.d. 7 Desember 2011. Intensitas kegiatan pembelajaran antara kelompok yang satu dengan kelompok lainnya berbeda-beda sesuai dengan kesepakatan.
Waktu pelaksanaan kegiatan pembelajaran disesuaikan dengan waktu yang disepakati warga belajar dengan beberapa pertimbangan, yakni waktu tersebut adalah waktu yang sangat kondusif untuk melakukan proses pembelajaran serta diharapkankan pada waktu itu semua warga dapat menghadiri kegiatan belajar.
Berdasarkan pertemuan pembentukan kelompok belajar diperoleh kesepakatan antara warga belajar dengan tutor mengenai waktu dan tempat dilaksanakannya kegiatan pembelajaran. Adapun jadwal pembelajaran terlampir.

F.        Pelaksanaan Evaluasi Hasil Pembelajaran
1.    Konsep Evaluasi
Evaluasi atau penilaian merupakan satu kesatuan terintegrasi dengan proses pembelajaran yang dilakukan sebelum, selama, dan setelah selesai program pembelajaran. Penilaian pada hakikatnya merupakan upaya pengamatan, pengukuran, dan pembinaan yang terus menerus sejak tahap permulaan, pelaksanaan, dan tindak lanjut. Penilaian merupakan serangkaian kegiatan yang bertujuan untuk memperoleh, analisis, dan menafsirkan data tentang input, proses, dan hasil belajar setiap WB yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan.
Kegiatan penilaian menitikberatkan pada keaktifan WB dan penerapan hasil pembeljaran. Pada setiap tahapan penilaian harus dilakukan secara partisipatif dan menghindari suasana pengujian atau tes terhadap WB yang mengesankan suasana formalistik dan situasi yang menyenangkan.
2.    Tahapan Penilaian
a. Penilaian sebelum proses pembelajaran
Kemampuan setiap WB pada awal masuk kelompok belajar tidaklah sama. Setiap WB mempunyai kemampuan awal yang berbeda-beda, dari yang belum mengenal aksara sama sekali sampai dengan yang sudah mengetahui keaksaraan dalam standar tertentu. Oleh karena itu tutor perihal menilai kemampuan awal setiap WB, baik pada ketrampilan calistung dasarnya maupun  minat dan kebutuhan fungsionalnya.
Hasil penilaian awal ini akan membantu dan memudahkan tutor dalam melakukan hal-hal sebagai berikut:
1)      Mengetahui tingkat keaksaraan awal WB
2)      Pengelompokan WB berdasarkan tingkat kemampuannya
3)      Perumusan tujuan belajar
4)      Pembuatan rencana pembelajaran
5)      Penentuan materi dan strategi/ metode/ teknik pembelajaran.
6)      Penentuan/ penggunaan bahan/ media belajar
7)      Pembuatan kesepakatan belajar
b. Penilaian selama proses pembelajaran
Prinsip utama penilaian selama proses pembelajaran program keaksaraan fungsional adalah untuk :
1)      Mengetahui kemajuan belajar WB
2)      Mengetahui efektivitias strategi/metode pembelajaran
3)      Menilai efektivitas bahan ajar yang digunakan
4)      Perubahan/ perbaikan rencana pembelajaran bagi peningkatan materi pembelajaran
5)      Bahan pelaporan 
c. Penilaian akhir pembelajaran
Penilaian setelah pembelajaran (penilaian akhir) pada prinsipnya adalah untuk :
1)      Mengetahui pencapaian hasil belajar (tingkat kompetensi) WB
2)      Mengetahui efektivitas strategi/metode pembelajaran
3)      Menilai efektifitas bahan ajar yang digunakan
4)      Perencanaan program lanjutan
5)      Bahan Pelaporan
6)      Sertifikasi (SUKMA)

G.       Tingkat Pencapaian Hasil Pembelajaran
Tingkat pencapaian hasil pembelajaran (nilai akhir) diperoleh dari penilaian tugas harian, PR, ataupun nilai ulangan harian yang ditambah dengan nilai ujian. Bagi WB yang lulus dengan kriteria bersyarat (menguasai calistung) akan memperoleh SUKMA (Surat Keterangan Melek Aksara) sebagai bukti pencapaian belajar.

H.      Faktor Pendukung dan Penghambat
  1. Dukungan Program PBA antara lain :
a.           Adanya bantuan dari perangkat desa yang membantu mengumpulkan warga dan mensosialisasikan program PBA
b.          Adanya bantuan dari warga sekitar untuk menyediakan tempat belajar kegiatan PBA.
c.           Peran aktif dan semangat warga belajar dalam mengikuti proses belajar sehingga memperlancar jalannya program.
d.          Motivasi dari mahasiswa sendiri untuk melaksanakan kegiatan PBA.
  1. Hambatan yang dihadapai antara lain :
a.         Banyak warga yang malu untuk mengikuti proses belajar PBA.
b.         Kesibukkan warga masyarakat akan pekerjaannya sehingga sulit sekali membagi waktu untuk belajar.
c.         Banyak warga yang sudah terlalu lelah dengan beban hidup sehingga jarang sekali memikirkan masalah pendidikan.
d.        Keadaan fisik warga belajar yang tidak mendukung karena capek atau sudah tua.
e.         Banyak warga yang penglihatannya sudah berkurang dan tidak mempunyai kacamata.
f.          Faktor usia menyebabkan beberapa warga belajar sulit menerima materi yang diberikan.

I.         Upaya Mengatasi Hambatan
Adapun upaya-upaya yang dilakukan untuk mengatasi hambatan-hambatan tersebut di atas antara lain:
  1. Melakukan pendekatan dengan warga melalui kunjungan ke rumah-rumah untuk bersilaturahmi.
  2. Mengadakan kegiatan-kegiatan di luar PBA yang mampu mempererat hubungan dengan WB seperti pengajian, memasak, posyandu, dsb.
  3. Menuliskan kembali soal-soal ujian pada white board, karena soal ujian terlalu kecil.
  4. Bantuan kepala desa, ketua RT/RW sangat diperlukan untuk memberikan pengarahan kepada calon warga belajar untuk mengikuti kegiatan ini karena mengingat pentingnya pendidikan bagi warga.
  5. Meminta bantuan warga sekitar dalam memperlancar jalannya kegiatan KKN ini, meminjam peralatan untuk praktek keterampilan warga belajar.
  6. Memberikan pengertian pada warga belajar  bahwa waktu pembelajaran hanya sebentar jadi diharapkan warga belajar datang lebih awal.
  7. Faktor usia yang menjadi hambatan seperti gangguan penglihatan mata tua dan ingatan yang sudah lemah, diatasi dengan meminjami alat bantu penglihatan yang tersedia. Ingatan warga belajar yang sudah lemah diupayakan dengan mengulangi bahan ajar pertemuan sebelumnya pada awal kegiatan pembelajaran. dan setelah itu baru melanjutkan ke bahan ajar selanjutnya.


















BAB III
PENUTUP


A.  Kesimpulan
Beberapa kesimpulan yang didapatkan antara lain:
a.    Kegiatan Penuntasan Buta Aksara (PBA) adalah kegiatan yang sangat sulit terlaksana jika tidak ada kerjasama yang baik dari berbagai pihak mulai dari warga masyarakat sampai dengan aparatur pemerintahan.
b.    Harus ada kesadaran belajar yang tinggi dari warga masyarakat sebagai sasaran PBA.
c.    Dalam pelaksananan teknisnya pelaksanaan PBA sangat bergantung pada bantuan pemerintah mulai dari tingkat pemerintah pusat, sampai pemerintahan desa yang paling dekat dengan masyarakat.

B.  Rekomendasi
Untuk perkembangan program Penuntasan Buta Aksara ke depan ada beberapa rekomendasi antara lain:
1.    Bagi Desa Songgom Lor:
a.       Masyarakat Desa Songgom Lor hendaknya lebih menyadari akan pentingnya pendidikan bagi kelangsungan masa depan putra-putri mereka.
b.      Masyarakat Desa Songgom Lor agar lebih meningkatkan partisipasinya dalam kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah desa, termasuk program yang berhubungan dengan pendidikan dan keterampilan.
c.       Lebih ditingkatkannya kerja sama antara masyarakat dan pemerintah desa dalam hal  pembangunan dan kemajuan Desa Songgom Lor.

2.    Bagi Kecamatan Songgom:
a.       Semoga program PBA yang telah dilaksanakan oleh mahasiswa KKN Unnes dapat ditindaklanjuti demi tercapainya tujuan pengentasan buta aksara.
b.      Kerja sama antara pemerintah desa dan pihak kecamatan lebih ditingkatkan.

3.    Bagi Universitas Negeri Semarang (Unnes):
a.       Pembekalan KKN sebaiknya dilaksanakan dan dipersiapkan dengan matang agar tujuan KKN Tematik PBA dapat tercapai secara maksimal.

C.  Kata Penutup
Demikian laporan ini kami sampaikan sebagai pertanggungjawaban serta sebagai bukti keseriusan kami dalam melaksanakan KKN Tematik PBA. Semoga laporan ini bermanfaat bagi pembaca khususnya mahasiswa yang akan mengikuti KKN Tematik Penuntasan Buta Aksara pada tahun selanjutnya sehingga dapat mengantarkan tercapainya tujuan utama KKN Tematik PBA yakni untuk menuntaskan masyarakat buta aksara di Jawa Tengah. Segala kritik dan saran yang sifatnya membangun sangat kami harapkan.