Kamis, 22 Maret 2012

Modul Kuliah Perpustakaan Sekolah BAB 6: PEMBINAAN DAN PENGEMBANGAN MINAT BACA


BAB 6
PEMBINAAN DAN PENGEMBANGAN MINAT BACA


A.     Pengertian
Pada bab-bab sebelumnya telah dijelaskan bahwa perpustakaan sekolah didirikan bukan hanya sebagai menyimpan dan mengumpulkan bahan pustaka, tetapi dengan adanya perpustakaan sekolah diharapkan murid-murid secara lambat laun memiliki kesenangan membaca yang merupakan alat untuk belajar, baik itu di sekolah ataupun di luar sekolah. Apabila murid-murid gemar membaca maka dapat menambah pengetahuan, memperluas pandangan, mempunyai ide-ide baru bahkan dapat menambah kecerdasan yang beguna bagi dirinya sendiri dan bagi orang lain.
Belajar membaca sebenarnya telah diajarkan sejak pertama kali anak masuk sekolah, yang didalamnya terdapat beberapa model pelajaran membaca. Yaitu pelajaran membaca permulaan dan membaca lanjutan, di mana pelajaran membaca permulaan diberikan pada kelas satu dan dua, pelajaran membaca lanjutan diberikan pada mulai kelas tiga. Pelajaran lanjutan ada beberapa jenis berdasarkan tujuannya, misalnya yaitu:
1.      Pelajaran membaca tekhnis, yang tujuannya agar murid-murid memiliki kemampuan membaca yang diucapkan dan dilagukan secara tepat sesuai dengan isi dan makna bacaan.
2.      Membaca tanpa suara, yang tujuannya agar murid-murid mampu memahami isi bacaan.
3.      Membaca indah, yang tujuannya agar murid-murid mampu membaca yang menggambarkan penghayatan keindahan dari isi bacaan.
4.      Membaca bahasa, yang tujuannya agar murid-murid dapat meningkatkan kemampuannya di bidang berbahasa.
5.      Membaca pemahaman, yaitu tujuannya agar murid-murid mampu memahami isi bacaan yang sedang dibaca akhirnya menjadi tambahan pengetahuan bagi dirinya.
6.      Membaca cepat, yang tujuannya agar murid-murid mampu membaca sebanyak-banyaknya dalam waktu yang sesingkat-singkatnya.
7.      Membaca sebagai minat, yang tujuannya adalah menambahkan kebiasaan dan rasa senang membaca pada diri murid-murid.
Pembagian pelajaran membaca tersebut di atas disimpulkan bahwa pada dasarnya bertujuan agar murid-murid mampu dan senang membaca. Dalam pelajaran membaca, pembinaan dan pengembangan minat baca ini tidak hanya bergantung pada guru pelajaran bidang studi Bahasa Indonesia, tetapi juga guru-guru bidang studi lainnya. Selain guru-guru bidang studi, orang tua juga berperan penting dalam pembinaan dan pengembangan minat baca, selain itu guru putakawan yang dalam hal ini guru yang bertanggung jawab sebagai pengelola perpustakaan juga berperan penting, harus berusaha semaksimal mungkin membina dan mengembangkan minat baca murid-murid sehingga perpustakaan sekolah benar-benar dapat mensukseskan tujuannya sebagai pusat atau sumber belajar.
Sebelum membahas lebih jauh tentang pembinaan dan pengembangan minat baca, ada baiknya mengetahui satu persatu arti dari kata-kata tersebut. Pembinaan dan pengembangan merupakan suatu kegiatan yang berhubungan dengan pemeliharaan, penyempurnaan, dan peningkatan. Pembinaan dan pengembangan minat baca dapat berarti usaha memelihara, mempertahankan, dan meningkatkan minat baca. Apabila minat baca sulit untuk ditingkatkan maka setidaknya minimal bias dipertahankan. Minat baca merupakan kecenderungan jiwa yang mendorong seseorang berbuat sesuatu terhadap membaca. Minat baca ditunjukkan dengan keinginan yang kuat untuk melakukan kegiatan membaca. Minat membaca sangat berpengaruh terhadap keterampilan memabaca, membaca merupakan suatu proses menangkap atau memperoleh konsep-konsep yang dimaksud oleh pengarangnya, menginterpretasi, mengevaluasi konsep-konsep pengarang, dan merefleksikan sebagamana yang dimaksud dari konsep-konsep tersebut.
Membina dan mengembangkan minat baca murid-murid tidak bisa terlepas dari pembinaan kemampuan membaca, sebab senang membaca tentunya harus mampu membaca. Tanpa memiliki kemampuan membaca tidak mungkin merasa senang membaca. Pembinaan kemampuan membaca dalam rangka pembinaan dan pengembangan minat baca ini akan berbeda-beda sesuai dengan tingkatan sekolah, semakin tinggi tingkatan sekolah maka semakin ringan pula pembinaannya, sebab semakin tinggi tingkatan sekolah seseorang akan lebih mampu membaca.

B.      Prinsip-prinsip
Perpaduan dari hasil penelitian, ada beberapa prinsip membaca yang perlu diperhatikan dalam pembinaan dan pengembangan minat baca murid-murid, antara lain:
1.      Membaca merupakan proses berpikir yang kompleks
2.      Kemampuan membaca setiap orang berbeda-beda
3.      Pembinaan kemampuan membaca atas dasar evaluasi
4.      Membaca harus menjadi pengalaman yang memuaskan
5.      kemahiran membaca perlu adanya latihan yang kontinu
6.      evaluasi yang kontinu dan komprehensif merupakan batu loncatan dalam pembinaan minat baca
7.      Membaca yang baik merupakan syarat mutlak keberhasilan belajar

C.      Kesiapan Membaca
Salah satu faktor yang amat penting untuk mencapai kesuksesan membaca dan belajar adalah faktor kesiapan untuk membaca. Ada sejumlah faktor yang ikut menentukan terhadap kesiapan murid-murid untuk membaca dan belajar. Kesemuanya dapat dikelompokkan sebagai berikut:
1.      kesiapan mental
2.      kesiapan fisik
3.      kesiapan emosi
4.      kesiapan pengalaman

D.     Menumbuhkan Rasa Senang Membaca
Di sekolah mungkin terdapat murid-murid yang gemar membaca dan ada pula murid-murid yang kurang gemar membaca. Rasa senang membaca dapat ditentukan beberapa faktor, antara lain karena mereka tahu manfaat membaca, mereka menyadari bahwa buku-buku dan bahan pustaka lainnya yang baik dapat memperluas pengetahuannya.
Salah satu tugas guru pustakawan dalam rangka memfungsikan perpustakaan sebagai pusat sumber belajar adalah menumbuhkan rasa senang membaca pada murid-murid, sebab apabila pada diri murid-murid merasa senang membaca maka akan sendirinya murid-murid senang membaca dan memanfaatkan perpustakaan sekolah semaksimal mungkin.
Beberapa usaha yang dilakukan guru pustakawan untuk menumbuhkan rasa senang membaca pada murid-murid:
1.      memperkenalkan buku-buku
2.      memperkenalkan riwayat hidup tokoh-tokoh
3.      memperkenalkan hasil-hasil karya sastrawan
Usaha lain sebagai pendekatan memperkenalkan buku-buku perpustakaan sekolah adalah menyelenggarakan “display” dan pameran buku, disini mengatur buku-buku secara khusu yang lebih mencolok dan menarik. Biasanya buku yang di “display” ini adalah buku-buku baru, dengan tujuan selain memperkenalkan buku-buku baru juga sebagai usaha memberikan stimulus tertentu kepada murid-murid.