Selasa, 21 Februari 2012

TES PERTAMA DISIPLIN SASTRA BANDINGAN


TES PERTAMA DISIPLIN SASTRA BANDINGAN


Petunjuk: Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan kalimat yang lengkap, padat dan jelas maksudnya!

1.    Sebutkan dua konsep yang terkandung dalam definisi disiplin Sastra Bandingan, dan masing-masing berilah sebuah contoh!
      Sastra Bandingan merupakan kajian sastra di luar batas sebuah Negara dan kajian tentang hubungan di antara sastra  dengan bidang ilmu serta kepercayan yang lain seperti seni, falsafah, sejarah, sains sosial, agama, dll.
Dari pengertian di atas terdapat dua konsep yang terkandung dalam disiplin sastra bandingan, yaitu:
a.  Kajian Sastra Bandingan secara sistematik sastra-sastra antar Negara (antar bangsa).
Contoh : Pembandingan novel  “Magdalena” karya Luthfi al-Manfaluthi dengan novel “Tenggelamnya Kapal Van der Wijck” karangan HAMKA. Keduanya memiliki genre yang sama yaitu novel, dan bertipe kasih tak sampai. Dalam novelnya tersebut HAMKA mengisahkan masyarakat Indonesia yang berlatar di Minangkabau. Sedangkan Al-Manfaluthi seorang penulis Mesir yang menulis karya terjemahan ”Magdalena” berlatar di di Mesir.
b.    Kajian Bandingan secara sistematik antara sastra dan seni atau ilmu atau kepercayaan yang lain.
Contoh : Pembandingan legende “Sangkuriang” dengan “Oedipus”, Keduanya memuat unsur-unsur kepercayaan yang berbeda. Dalam “Sangkuriang” terdapat unsur kepercayaan bahwa hewan dapat melahirkan manusia, manusia dapat membendung sungai, serta seorang wanita mampu menerbitkan fajar. Sedangkan pada legende  “Oedipus” terdapat kepercayaan seorang manusia mampu menaklukkan kemaharajaan Yunani dan membangun Negara baru. Keduanya memiliki perbedaan unsur-unsur kepercayaan yang dapat diperbandingkan. Akan tetapi selain perbedaan itu juga ada persamaan-persamaan antara keduanya, yaitu sama-sama memuliakan hubungan ibu dan anak sehingga perkawinan antara ibu dan anak dianggap sebagai hal yang tabu dan hina (perkawinan inses).

2.    Tunjukkan kaidah dan syarat-syarat dalam membandingkan dua karya sastra menurut disiplin Sastra Bandingan!
      Kaidah Sastra Bandingan adalah kajian bandingan secara sistematis sastra-sastra antar Negara, maksudnya karya sastra yang dibandingkan harus karya sastra yang sama genre dan tipenya.
Adapun syarat-syarat dalam membandingkan dua karya sastra menurut disiplin Sastra bandingan ada tiga, yaitu:
a.    Adanya perbedaan bahasa
b.    Adanya perbedaan wilayah
c.     Adanya perbedaan politik

3.    Apakah kegunaan syarat-syarat itu harus dipenuhi ketika membandingkan dua buah karya sastra yang berbeda negaranya?
     Dalam membandingkan dua buah karya sastra, Ketiga syarat tersebut harus dipenuhi karena dari ketiga perbedaan tersebut antara sebuah karya sastra dengan karya sastra yang lain dapat ditemukan titik  perbedaannya. Meskipun terdapat persamaan, tetapi pastinya ada perbedaan antara hasil karya seorang pengarang dengan pengarang lain. Dari ketiga  syarat itulah perbedaan-perbedaan itu ditemukan. Dengan syarat- syarat tersebut juga dapat diketahui latar belakang kehidupan masyarakat dengan adat istiadatnya yang tercermin dalam sebuah karya sastra.

4.    Tunjukkan persamaan dan perbedaan unsur-unsur novel “Tenggelamnya Kapal Van der Wijck” oleh HAMKA dan novel “Magdalena” oleh Luthfi Manfaluthi!
      ”Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck” >< “Magdalena”
Persamaan : Genre: novel,      tipe: kasih tak sampai
Perbedaan
“Tenggelamnya Kapal Van der Wijck”
“Magdalena”
Bahasa
Indonesia
Mesir
Wilayah
Mengisahkan masyarakat
di Minagkabau
Menceritakan masyarakat Mesir
Politik
Pemerintahan penjajahan Hindia Belanda
Kerajaan Mesir

5.    Terangkan mengapa cerita “Sangkuriang” disebut legenda? Apakah perbedaannya dengan mite dan dengan dongeng?
     Dalam cerita “Sangkuriang” terdapat motif mitologis, yaitu motif cerita terjadinya atau  asal mula suatu tempat, yakni terjadinya Telaga Bandung dan Gunung Tangkuban Perahu. Dari adanya  motif mitologis itulah “Sangkuriang” disebut sebagai legende.
Legenda  adalah cerita rakyat yang dianggap sebagai suatu kejadian yang sungguh-sungguh pernah terjadi. Legenda bersifat keduniawan,  terjadinya pada masa yang begitu lampau yang bertempat di dunia seperti yang kita kenal sekarang. Legende ditokohi manusia, walaupun ada kalanya mempunyai sifat yang luar biasa, dan seringkali dibantu oleh makhluk-makhluk ajaib.
Mite adalah cerita rakyat yang dianggap benar-benar terjadi serta dianggap suci oleh yang punya cerita. Mite ditokohi oleh pada dewa atau makhluk setengah dewa. Peristiwa terjadi di dunia lain, atau dunia yang bukan seperti yang kita kenal dan. Umumnya mengisahkan tentang alam semesta, dunia, manusia pertama, terjadinya maut, dan juga mengisahkan petualangan atau kisah para dewa.
Dongeng adalah cerita rakyat yang dianggap tidak benar-benar terjadi  dan tidak terikat oleh waktu dan tempat. Biasanya diceritakan untuk hiburan, walaupun banyak  juga yang berisikan ajaran moral/sindiran.
         
6.    Buktikan bahwa membandingkan cerita “Sangkuriang” dengan cerita “Oedipus” telah memenuhi  kaidah dan syarat-syarat perbandingan dalam disiplin Sastra Bandingan!
     “Sangkuriang” dan “Oedipus” memiliki genre yang sama yaitu legenda dan tema pernikahan inses atau seks tabu.
Selain persamaan di atas juga terdapat perbedaan-perbedaan meliputi perbedaan bahasa, wilayah, dan politik. “Sangkuriang” ditulis dengan menggunakan bahasa Indonesia sedangkan ”Oedipus” berbahasa Yunani. Wilayah atau ruang lingkup yang menjadi latar cerita “Sangkuriang” adalah daerah Sunda, Jawa Barat. Sedangkan pada cerita “Oedipus” wilayahnya adalah di daerah Yunani. Kondisi politik yang mempengaruhi jalan cerita “Sangkuriang” dipengaruhi oleh kondisi politik di daerah Sunda yang pada waktu itu masih berupa kerajaan, sedangkan pada “Oedipus” dipengaruhi oleh kondisi politik  di Yunani yang pada saat itu juga berupa kerajaan Yunani.

7.    Mengapa cerita “Oedipus” dapat menjadi sastra dunia? Terangkan pula karya sastra yang bagaimana pula dapat menjadi sastra dunia? Masing-masing berilah sebuah contoh!
     “Oedipus” merupakan legende pada masyarakat Yunani yang ceritanya sangat terkenal di dunia dan telah diterjemahkan dalam beberapa bahasa. Selain itu, cerita “Oedipus” mencerminkan gejolak sosial masyarakat yang ada di Yunani pada masa tersebut, serta mampu mengilhami para pengarang untuk menciptakan karya sastra baru. Selain itu juga “Oedipus” merupakan karya sastra klasik. Atas dasar tersebut “Oedipus” disebut sebagai sastra dunia.

Adapun karya sastra yang dapat menjadi karya sastra dunia adalah
1.)  Karya sastra yang dapat mengangkat harkat dan derajat manusia, misalnya novel “Uncle Tom’s Cabin” karya Harriet B. Stowe yang  mengisahkan tentang penderitaan kaum budak (bangsa negro) di Amerika.
2.)  Karya sastra klasik, misalnya “Mahabarata” dan “Ramayana” dari India, “Elias”, “Odysse” karya Homerus dari Yunani, “Hamlet”, “Macbeth” karya Shakespeare dari Inggris.
3.)  Karya sastra yang mendapatkan hadiah nobel, misalnya “Negeri Salju” karya Yasunari Kawabata dari Jepang, “Kilimajaro” karya Ernest Hemingway dari Amerika Serikat.

8.    Kemukakan simpulan Saudara mengenai legenda timur dan legenda barat  berdasarkan peristiwa-peristiwa dalam “Sangkuriang” dan dalam “Oedipus”!
Berdasarkan peristiwa-peistiwa dalam “Sangkuriang” dan “Oedipus”, maka dapat saya simpulkan bahwa:
·         Legenda timur “Sangkuriang” merupakan asal mula  terjadinya Telaga Bandung dan Gunung Tangkuban Perahu.
·         Legenda barat  “Oedipus” merupakan asal mula runtuhnya suatu kerajaan Sparta dan Thebes dan berdirinya kerajaan yang baru.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa, baik pada masyarakat barat maupun masyarakat timur memiliki satu kepercayaan bahwa hubungan ibu dan anak sangat mulia, dilarang ada perkawinan inses atau tabu seks, bahkan jika perkawinan antara manusia dan binatang saja dibolehkan, tetapi perkawinan antara ibu dan anak sangat dilarang dan dianggap hina.

9.    Terangkan apa yang dimaksud dengan tema cerita? Sebutkan tema “Sangkuriang” dan “Oedipus”!
     Tema adalah buah pikiran kepribadian dan abstrak yang telah dikemukakan dalam banyak versi dan sudut pandang Faust dan Don Juan merupakan contoh dari tema kepribadian secara garis besar. Singkatnya, tema merupakan kumpulan motif-motif dalam  sebuah cerita.
     Tema “Sangkuriang” dan “Oedipus” adalah perkawinan inses atau seks tabu. Persamaan ini mungkin disebabkan adanya penemuan sejajar (parallel invention), mungkin disebabkan oleh penemuan berdiri sendiri (independent) atau akibat polygenesis (kelahirannya di banyak tempat dalam waktu yang berbeda, tanpa ada hubungan serta pengaruh sama sekali).

10. Mengapa terjadi persamaan tema antara “Sangkuriang” dan “Oedipus”? (mengingat lokasi yang sangat berjauhan dan masa terjadinya juga sangat jauh berbeda)
     Persamaan tersebut disebabkan oleh polygenesis, yaitu cerita dengan tipe dan motif  yang lahir di tempat yang banyak dalam waktu yang berbeda tanpa ada hubungan dan pengaruh sama sekali.